ANALISIS PENDAPATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU EMPON-EMPON PADA KELOMPOK TANI HUTAN RINDU ALAM PUNCAK SEMARING DESA MEKAR SARI KABUPATEN LOMBOK TIMUR

  • Gesilia Apriliami Jurusan Kehutanan Universitas Mataram
  • Andi Chairil Ichsan Jurusan Kehutanan Universitas Mataram
  • Budhy Setiawan Jurusan Kehutanan Universitas Mataram
Keywords: Pendapatan, Kemitraan, Empon-empon, Kelompok Tani Hutan

Abstract

Hutan adalah sumber daya ekonomi yang sangat melimpah bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat sekitar hutan. Kondisi tersebut menjadi berkah bagi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya hutan yang ada untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan pada salah satu Gabungan Kelompok Tani Hutan Puncak Semaring yaitu Kelompok tani Hutan Rindu Alam dalam usaha pengelolaan hasil hutan bukan kayu berupa empon-empon, faktor-faktor apa yang mempengaruhi dan strategi apa yang digunakan untuk meningkatkan pendapatan di Desa Mekar Sari Kabupaten Lombok Timur dengan menggunakan metode deskriptif. Wawancara dilakukan terhadap 52 responden dan dipilih menggunakan metode purposive sampling. Hasil wawancara kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif untuk mengetahui faktor-faktor dan strategi yang mempengaruhi pendapatan di Kawasan Kemitraan Desa Mekar Sari. Hasil penelitian ini adalah diperoleh total pendapatan empon-empon sebesar Rp. 207.196.499 per tahun atau rata-rata sebesar Rp. 3.984.548 per tahun dengan nilai B/C Ratio sebesar 1,27. Faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan Kelompok Tani Hutan Rindu Alam terdapat faktor internal dan faktor eksternal. Berdasarkan penelitian didapatkan strategi untuk Kelompok Tani Hutan Rindu Alam adalah strategi SO (Strength-Opportunity) yaitu Empon-empon memiliki ketahanan cukup lama setelah dipanen, pengelola dapat mengembangkan rumah produksi yang berperan mengolah hasil empon-empon seperti menjadikan ekstrak dan hasil olahan lainya agar mendapatkan harga pasar lebih tinggi.

Published
2022-03-31
Section
Articles